Jumat, 27 Maret 2020

Nilai Ekonomi Kenanga (Cananga odorata)


Ekonomi Sumberdaya Hutan                                                       Medan,             Maret 2020
PEMANFAATAN NILAI EKONOMIS KEHUTANAN
KENANGA
(Cananga odorata)

Dosen Penanggungjawab :
Dr. Agus Purwoko, S. Hut., M. Si.

Oleh :
Nur Rizky Aisyah Silalahi
171201046
HUT 4C



  







PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2020

KATA PENGANTAR
          Puji syukur  penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini. Makalah yang berjudul “Pemanfaatan Nilai Ekonomis Kehutanan Kenanga (Cananga odorata)” ini dibuat untuk memenuhi syarat tugas bagi mahasiswa di Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.
Makalah ini memuat  keterangan mengenai pemanfaatan nilai ekonomis kehutanan Kenanga (Cananga odorata). Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah Ekonomi Sumberdaya Hutan, yaitu bapak 

Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si, serta teman-teman di lingkungan kampus yang telah ikut serta membantu dalam penyelesaian makalah ini dengan memberikan ide dan dorongan semangat.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan oleh penulis.


Medan,   Maret 2020


                                                                                                                                            Penulis 


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Pengelolaan sumberdaya alam termasuk hutan terkait erat dengan ekonomi, dimana pemanfaatan sumberdaya alam memerlukan biaya dan memberikan manfaat ekonomi. Apabila areal hutan akan dikonversi ke penggunaan lain, maka akan mengakibatkan hilangnya fungsi ekologi dan sosial seperti keanekaragaman hayati, pengatur tata air, tempat melakukan upacara adat dan sebagainya. Sebaliknya apabila areal hutan tersebut dikonservasi maka akan mengakibatkan timbulnya biaya seperti biaya pengelolaan dan biaya hilangnya kesempatan untuk pemanfaatan (opportunity cost). Indonesia merupakan salah satu negara memiliki sumberdaya alam berupa hutan tropis terbesar di dunia. Luas kawasan hutan di Indonesia pada saat ini mencapai 120,35 juta ha, dimana 17,03 % atau 20,50 juta ha dari luas kawasan tersebut merupakan kawasan konservasi (Charisti, 2004).
Hutan merupakan gudang penyimpan air dan tempat menyerapnya air hujan maupun embun yang pada khirnya akan mengalirkannya ke sungai-sungai melalui mata air-mata air yang berada di hutan. Dengan adanya hutan, air hujan yang berlimpah dapat diserap dan diimpan di dalam tanah dan tidak terbuang percuma. Fungsi ini disebut juga sebagai fungsi hidrologis. Hutan memiliki jenis kekayaan dari berbagai flora dan fauna sehingga fungsi hutan yang penting lagi adalah sebagai area yang memproduksi embrio-embrio flora dan fauna yang bakal menembah keanegaragaman hayati. Dengan salah satu fungsi hutan ini, dapat mempertahankan kondisi ketahanan ekosistem di satu wilayah (Udayani, 2017).
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia dalam melakukan pilihan dari berbagai alternatif. Ekonomi SDH adalah suatu bidang penerapan alat-alat analisis ekonomi terhadap persoalan produksi, permintaan, penawaran, biaya produksi, penentuan harga termasuk dalam kajian ekonomi mikro dan masalah kesejahteraan masyarakat (kesempatan kerja, pendapatan produk domestik dan pertumbuhan ekonomi) yang termasuk dalam kajian ekonomi makro. Kajian ekonomi mikro dalam ekonomi SDH untuk menjawab barang dan jasa hasil hutan apa yang diproduksi sehingga dapat menguntungkan unit usaha (bisnis) sebagai pelaku usaha, sedangkan kajian ekonomi makro akan menjawab bagaimana sumberdaya hutan dimanfaatkan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat dalam pengertian bahwa sumberdaaya hutan telah memberikan kontribusi bagi tersedianya lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan memberikan jasa perlindungan lingkungan bagi semua masyarakat (Hidayati, 2015).
Tanaman kenanga (Cananga odorata) merupakan salah satu jenis tanaman penghasil minyak atsiri. Bunga kenanga (Cananga odorata) merupakan bunga yang berasal dari beberapa negara di Asia Tenggara khususnya Filipina, Thailand dan Indonesia. Bunga kenanga yang berasal dari Indonesia khususnya Jawa yaitu bunga kenanga spesies Cananga odorata forma macrophylla dapat menghasilkan minyak kenanga. Sementara itu, bunga kenanga yang berasal dari Filipina dan Thailand yaitu bunga kenanga spesies Cananga odorata forma genuina dan Cananga odorata forma fruticosa dapat menghasilkan minyak ylang-ylang. Bunga kenanga yang berwarna kuning kehijauan dan kuning dapat menghasilkan minyak dengan kualitas yang baik (Rachmawati, 2013).
Minyak atsiri kenanga banyak digunakan dalam industri flavor, parfum, kosmetika, farmasi, sabun, aromaterapi dan spa. Minyak kenanga merupakan salah satu jenis minyak atsiri yang memiliki aroma yang khas yaitu beraroma floral dan berwarna kuning muda hingga kuning tua. Pada umumnya minyak atsiri kenanga diperoleh dengan cara mengisolasi bunga kenanga melalui metode distilasi air, distilasi uap dan air dan distilasi uap. Sehingga minyak kenanga hasil distilasi uap banyak digunakan dalam industri parfum (Dusturia, 2016).
1.2  Rumusan Masalah  
1. Jelaskan deskripsi dari Kenanga?
2. Apa manfaat dan kegunaan ekonomi yang diperoleh?
3. Bagaimana cara pembudidayaan Kenanga?


1.3  Tujuan
1.      Untuk mengetahui deskripsi dari Kenanga.
2.     Untuk menegetahui manfaat dan kegunaan ekonomi yang diperoleh.
3.     Untuk mengetahui cara pembudiyaan Kenanga.



BAB II
PEMBAHASAN
        2.1 Deskripsi Dari Kenanga
Tanaman kenanga merupakan tanaman pohon atau perdu yang bunganya dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan minyak atsiri. Beberapa jenis kenanga yang terdapat di dunia antara lain Cananga odorata, Cananga latifolia, Cananga scorthecini King, dan Cananga brandisanum Safford. Tanaman kenanga yang terdapat di Indonesia adalah jenis Cananga odorata. Ada dua forma kenanga, yakni Cananga odorata forma macrophylla, yang dikenal sebagai kenanga biasa. Serta Cananga odorata forma genuina atau kenanga Filipina, yang juga disebut ylang-ylang. Kenanga termasuk keluarga Anonaceae (kenanga-kenangaan) dan dapat tumbuh baik di seluruh Indonesia dengan ketinggian di bawah 1.200 mdpl.

       2.1.1 Klasifikasi Kenanga
Secara ilmiah Klasifikasi Kenanga adalah:
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Ordo                : Magnoliales
Famili              : Annonacea
Genus              : Canangium
Spesies            : Canangium odorata

         2.1.2 Morfologi
Habitus         : Pohon, tinggi ± 10 m. Batang: Berkayu, bulat, bercabang, hijau  
Daun             : Tunggal, tersebar, bulat telur, ujung runcing, pangkal rata, panjang 

   10-23 cm, lebar 3-14 cm, pertulangan menyirip, bertangkai 1,    

   warna hijau.

Bunga         : Majemuk, bentuk payung, di ketiak daun, kuning, kelopak bentuk corong, hijau, benang sari banyak, coklat muda, kepala putik bulat, daun mahkota enam, lanset, panjang 5-7, 5 cm, masih muda hijau setelah tua kuning.

Buah           : Buni, lonjong, panjang ± 2 cm, hijau.
Akar            : Tunggang coklat.

          2.2 Manfaat Dan Kegunaan Ekonomi Yang Diperoleh
Tanaman Kenanga dimanfaatkan terutama bunganya. Bunga kenanga yang bearoma wangi dan harus dengan baunya yang khas dapat disuling menjadi parfum dan bahan kosmetika lainnya. Bahkan sejak dahulu telah dipergunakan sebagai pengharum tubuh, rambut, pakaian maupun ruangan. Selain itu bunga Kenanga ternyata juga telah dimanfaatkan sebagai tanaman obat yang mempunyai khasiat untuk obat pembersih sehabis melahirkan, obat sesak nafas dan bronkhitis, serta obat malaria.

           2.3  Cara Pembudidayaan Kenanga.
Pohon kenangan bisa tumbuh hingga mencapai ketinggian 20 m. Meskipun minim perawatan pohon yang ditanam dari biji tetang rajin mengeluarkan bunga. Hal ini tentu berbeda bila bibit didapatkan dengan cara stek atau cangkok. untuk membudidayakan tanaman ini berikut adalah panduannya.
2.3.1 Memilih Lokasi Tanam
            Lokasi tanam menjadi salah satu faktor penenu dalam budidaya tanaman. Begitu juga ketika menanam bunga kenanga, lokasi tanam harus diperhitungkan dengan baik. Tanaman ini bisa tumbuh dengan baik bila ditanam di daerah dengan ketinggian tidak lebih dari 500 meter dari permukaan laut. Bunga kenanga merupakan tanaman yang menyukai iklim yang lembap dan panas.


           2.3.2 Memilih Bibit Bunga Kenang
     Bibit bunga kenanga bisa didapatkan dengan beberapa cara diantaranya dengan stek batang, cangkok, atau melalui biji tanaman. Pilihlah buah kenanga yang sudah tua, cirinya adalah memiliki warna kulit yang sudah menghitam. Masukan semua biji tersebut ke dalam karung dan diamkan selama 5 hari. Setelah kulitnya melunak maka tinggal mengeluarkan bagian bijinya dengan cara memencetnya.


    2.3.3 Penanaman Bunga Kenanga
    Sebaiknya penanaman bunga kenanga dilakukan ketika awaal musim hujan. Untuk lubang tanam sebaiknya sudah dibuat 1 bulan sebelum masa tanam. Ukuran lubang tanam 60 cm x 60 cm x 60 cm. Sedangkan untuk jarak tanam 8x 8 meter. Jarak ini untuk mengantisipasi ketika pohon kenanga tumbuh besar.

KESIMPULAN

1. Tanaman kenanga merupakan tanaman pohon atau perdu yang bunganya dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan minyak atsiri. Beberapa jenis kenanga yang terdapat di dunia antara lain Cananga odorata, Cananga latifolia, Cananga scorthecini Kingdan Cananga brandisanum Safford
2. Tanaman Kenanga dimanfaatkan terutama bunganya. Bunga kenanga yang bearoma wangi dan harus dengan baunya yang khas dapat disuling menjadi parfum dan bahan kosmetika lainnya
3. Pohon kenangan bisa tumbuh hingga mencapai ketinggian 20 m. Meskipun minim perawatan pohon yang ditanam dari biji tetang rajin mengeluarkan bunga.

DAFTAR PUSTAKA
Charisti, P., dan R. M, Loekito. 2004. Efek ekstrak kenanga (Cananga odorata) sebagai agonis pada reseptor adrenergik di paru terpisah marmut. Jurnal kedokteran Brawijaya. 20(3): 345 – 546.

Dusturia, N., S. R, Hikamah., dan D, Sudiarti. 2016. Efektivitasi antibakteri bunga kenanga (Cananga odorata) dengan metode konvensional terhadap pertumbuhan. Biosbell. 5(1): 324 – 332.

Hidayati, U. A., Suhirman., dan D, Wahyudiati. 2015. Pengaruh ekstraksi bunga kenanga (Cananga odorata) dan bunga kamboja kuning 

(Plumeria acuminata) terhadap mortalitas nyamuk rumah. Jurnal kimia. 7(2): 243 – 264.


Rahmawati, C. R., R, Retnowati., dan U, Juswono. 2013. Isolasi minyak atsiri kenanga (Cananga odorata) menggunakan metode distilasi uap termodifikasi dan karakterisasinya berdasarkan sifat fisik dan KG-SM. Jurnal kimia. 1(2): 276 – 282.

Udayani, W. N., H, Mariyani., dan K, Agus. 2017. Efektivitas bunga kenanga (Cananga odorata) terhadap hepatoprotektor pada tikus putih. Medicamento. 3(2): 17 – 34.





Nilai Ekonomi Kenanga (Cananga odorata)

Ekonomi Sumberdaya Hutan                                                         Medan,               Maret 2020 PEMANFAATAN NILAI EKONO...